2 PASIEN MENINGGAL AKIBAT KENCING TIKUS. KOTA PROBOLINGGO KLB LEPTOSPIROSIS!

Kasus penyakit leptospirosis di beberapa daerah di Jawa Timur juga dialami Kota pr0bk0mggo. Sedikitnya sudah ada 2 pasien meninggal dunia dan 2 pasien rawat inap yang menjadi catatan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota pr0bk0mggo akibat bakteri leptospira itu.

Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Wiwiet Indrawati mengatakan telah memberikan sosialisasi kepada para tenaga medis terhadap gejala-gejala yang ditimbulkan, agar lebih waspada. Termasuk himbauan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungannya.

“Begitu ada kasus (penyakit leptospirosis) kami kumpulkan semua dokter termasuk yang bertugas di puskesmas, sebagian dokter praktek swasta, poliklinik. Sebenarnya kasus ini sudah lama ada, namun sangat kecil sekali (kasus penyakit kencing tikus ini terjadi di Kota pr0bk0mggo). Ini KLB (Kejadian Luar Biasa,Red),” ujar Wiwiet saat ditemui di sela-sela kegiatannya menyampaikan sosialisasi pada masyarakat, Senin (19/2).

Wiwiet menambahkan, pasien dengan gejala-gejala yang mengarah ke penyakit leptospira pun terus dipantau dan dilakukan pemeriksaan secera cermat. Dimana menurutnya, penularan penyakit leptospirosis ke manusia, bisa saja kencing tikus ke genangan air kotor saat hujan. Bisa juga kotoran tikus yang mengenai makanan langsung kemudian dikonsumsi manusia.

Kencing tikus di air akan menular ke manusia melalui luka pada kulit. Bakteri leptospira itu akan masuk ke tubuh manusia melalui luka tersebut. “Sekalipun luka itu diakibatkan menggunting kuku,” katanya.

Maka pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hewan ternak atau peliharaan juga harus rajin dibersihkan.

“Saluran pembuangan (kotoran atau kencing) jangan dibuang ke saluran air (got) di lingkungan masyarakat. Gunakan alas kaki (ketika hendak bepergian), sekalipun ke kamar mandi. Kalau ada luka jangan langsung bersentuhan dengan air kotor,” imbaunya. (sonea)

Leave a Reply

Your email address will not be published.