15/10/2020

CEGAH GIZI BURUK, BULOG EDARKAN BERAS

KANIGARAN – Program pengentasan Daerah Rentan Rawan Pangan di Indonesia menjadi salah satu fokus Presiden RI, demikian pula upaya menurunkan angka bayi lahir stunting di Indonesia yang cukup tinggi.

Angka kelahiran stunting yang tidak terkendali dapat menyebabkan lost generation (generasi penerus bangsa yang hilang). Menyikapi hal itu, Kepala Bulog Sub Divre VIII Probolinggo, Krisna Murtiyanto melalui Wakilnya, Wilya Fatayani mengaku, Bulog menyiapkan beras fortivikasi, untuk mewujudkan SDM unggul.

“Beras ini adalah salah satu bentuk dukungan Bulog atas program Pak Presiden, SDM unggul Indonesia maju. Dikemas beda yakni kemasan 1 kilo dan mudah dibawa, dengan harga terjangkau pastinya,” katanya, Kamis (15/10) siang, usai ditemui disalah satu acara.

Wanita yang biasa disapa Nani itu menambahkan, kehadiran produk beras berfortivikasi yang mengandung banyak vitamin menjadi penting, karena diklaim dapat mencegah anak stunting. Pemasarannya dilakukan melalui e-commerce dan outlet milik Bulog, yakni iPANGANDOTCOM.

“Atau bisa juga dengan membeli di kantor BULOG terdekat dan RPK (Rumah Pangan Kita, red) binaan Bulog yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Beras yang diberi nama Fortivit itu, lanjutnya, beras lokal yang berasal dari UPB Gumilir Cilacap, Jawa Tengah, dan diperkaya dengan menambahkan bubuk mikronutrien ke beras yang melekat pada butiran atau penyemprotan permukaan butir beras biasa dalam beberapa lapisan dengan campuran vitamin dan mineral untuk membentuk lapisan pelindung.

Seperti diketahui, beras fortivikasi atau beras bervitamin yang diproduksi oleh Perum Bulog merupakan beras sehat, yang diperkaya dengan beberapa mikronutrien seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, asam folat, vitamin B12, zat besi. (Sonea)