06/12/2020

Vaksin Covid Disiapkan, Penerapan Prokes Harus Terus Digalakkan

PROBOLINGGO – Pemerintah terus berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya, dengan program vaksinasi.

Meski begitu, kehadiran vaksin sebagai senjata pemungkas menekan penyebaran COVID-19, tidak serta merta memberikan kelonggaran bagi masyarakat. Terutama disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, 3M. Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan masih menjadi keharusan, meskipun program vaksinasi nantinya telah dijalankan.

“Saat ini vaksin Covid-19 sedang dalam tahap uji coba ketiga. Jika telah selesai  dan tidak ada efek samping maka akan disampaikan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapat izin edar sebelum diedarkan ke masyarakat,” ujar dr Nurul Hasanah Hidayati, plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo dalam webinar  ‘KPCPEN #09 Vaksin Aman, Masyarakat Sehat’ yang berlangsung, Jumat (4/12).

Ida –biasa ia akrab disapa- menjelaskan, dari ilmu kesehatan virus Covid-19 seperti halnya virus lain, tidak akan pernah hilang. Keberadaan vaksin ini berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh secara pasif.

“Ada kekebalan aktif yang timbul secara alami setelah terpapar virus. Namun ada kekebalan pasif yaitu memasukkan vaksin untuk menimbulkan kekebalan tubuh. Tujuannya agar ketika terpapar virus, tidak sakit atau mengalami sakit berat,” ujarnya.

Ida mengungkapkan, tidak semua orang bisa divaksin. Ada tahapan dan proses screening yang harus dilalui untuk memastikan warga tersebut sehat.

“Vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat ini adalah vaksin pertama. Sehingga sasarannya masih untuk usia 18-59 tahun, serta tidak memiliki komorbid,” terangnya.

Vaksin akan diberikan selama dua kali untuk satu orang. Antara vaksin pertama dan kedua harus memiliki jarak waktu tertentu. Namun, masih belum diketahui kapan vaksin akan diberikan kepada masyarakat karena saat ini sedang dalam proses ujicoba ketiga.

Pemkot Probolinggo telah menganggarkan sebesar Rp 15 miliar untuk vaksin Covid-19. Anggaran ini ditempatkan sebagai Belanja Tidak terduga (BTT) APBD 2021.

Sambil menunggu tahapan vaksinasi, dr Ida menilai, penerapan protokol kesehatan sebagai salah satu upaya pencegahan penularan sudah cukup.

Sayangnya, tingkat kepatuhan masyarakat masih sangat rendah. Jadi, tetap disiplin lakukan protokol kesehatan, 3M, Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan guna mencegah penyebaran dan penularan.

Sejauh ini jumlah pasien Covid-19 di Kota Probolinggo terus bertambah. Per Jumat (4/12) total pasien terkonfirmasi positif mencapai 812 orang dengan penambahan 18 orang.

Pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 705 orang dengan penambahan 8 orang. Sedangkan jumlah pasien meninggal total mencapai 62 orang.

Sementara itu, selain Plt Kepala Dinkes dr NH Hidayati, webinar tersebut juga menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo Aman Suryaman, yang membahas tentang desiminasi informasi waspada hoax vaksin COVID 19. (famydecta)