5 HARI DIMANJAKAN DENGAN “PROBOLINGGO TEMPO DOELOE

Untuk kedua kalinya Disbudpar Kota Probolinggo menggelar event Probolinggo Tempo Doeloe, namun tahun ini waktunya ditambah serta lokasinya berbeda. Secara resmi dibuka oleh Sekda Bambang Agus Suwignyo, Rabu (28/11) di alun-alun kota. Ratusan stand bernuansa jaman dulu (jadul) berjajar mulai pintu masuk alun-alun sebelah barat.

“Tahun ini kegiatannya berlangsung selama 5 hari, sehingga kesempatan masyarakat untuk menikmati nuansa Probolinggo Tempo Doeloe bisa lebih lama. Ini salah satu upaya pengembangan sektor pariwisata dan menggerakkan perekonomian, jika perlu bisa lebih lama,” ujar Sekda Bambang Agus dalam sambutannya.

Jika sebelumnya pernah dilaksanakan di museum Probolinggo dalam waktu sehari, kali ini dipilih lokasi yang lebih luas dan mudah diakses siapapun. Pernak -pernik jadul terlihat dengan stand yang tersaji menggunakan dinding bambu alias “gedek”, atap dari jerami. Masing-masing stand ada yang memajang alat transportasi kuno seperti sepeda kumbang, radio transistor besar, serta penjualnya memakai baju jaman dulu.

Masyarakat yang ingin merasakan jajanan kuno, seperti kucur, wajik, klepon bledus, nasi karak serta aneka kuliner kuno tersaji. Tempat duduk untuk menikmatinya juga tersaji dari bambu. Ada iringin musik ronjengan, lampu temaram seperti ublik, serta sarana berswafoto (selfie). Termasuk aneka permainan anak kuno, seperti dakon kayu, dan semacamnya.

Untuk memeriahkan acara tersebut, sebelumnya ada arak-arakan pawai dengan start dari depan  museum Probolinggo, Jalan Suroyo hingga finish di alun-alun. Kemudian disiapkan ada 3 gunungan mangga masak pohon  sebagai simbol khas Kota Probolinggo yang diserbu undangan dan penonton.

Acara ini juga mendapat respons positif dari Wakil Wali Kota terpilih Soufis Sobri yang turut hadir sebagai tamu undangan. Ia berharap segala potensi yang bisa memajukan pariwisata di kota bisa dimunculkan serta mengangkat budaya lokal.

Hingga 2 Desember mendatang, pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai hiburan di panggung utama Garuda yang sudah didesain jadul. Ada campur sari bersama  Cak Sodik Monata dan Duo Virgin yang menyemarakkan acara tersebut pada malam hari. (Yul)

Leave a Reply

Your email address will not be published.