SEKJEN KEMENKOMINFO RI AJAK PERS DAN PRAHUM MANFAATKAN INTERNET GUNA MENDUKUNG PEREKONOMIAN RAKYAT

Surabaya, 8/2/2019. Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat dalam satu dekade ke belakang ini telah membawa kita ke dalam babak baru kehidupan manusia. Keberadaan internet, robot, dan big data analytics telah membantu manusia dalam pekerjaan sehari-hari.

Dalam hal penggunaan internet, Indonesia masuk ke dalam empat besar negara dengan pengguna internet terbanyak di dunia. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat, penetrasi internet di Indonesia mencapai 54,68% atau menyentuh sekitar 143,26 juta orang dari total 262 juta penduduk. Pengguna internet terbanyak berada pada kelompok usia 19-34 tahun, yaitu sekitar 71 juta jiwa. Mayoritas mengakses internet melalui smartphone, yang telah berubah menjadi jendela akses segala informasi.

Hal itu seperti yang disampaikan Sekretaris Jenderal/Plt. Dirjen IKP Kemenkominfo RI Rosarita Niken Widyastuti yang juga adalah Pembina Pranata Humas (Prahum) Indonesia saat membuka giat Government Public Relation (GPR) Summit 2019 dengan tema ‘Sinergi Pers dan GPR dalam Digitalisasi Ekonomi kerakyatan, Jum’at (8/2) di Balai Adika Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan Surabaya.

Wanita yang akrab disapa Niken itu menambahkan, dalam menghadapi revolusi industri generasi ke-4 (4.0), Indonesia harus siap memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara menyeluruh, tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri sehingga melahirkan model bisnis yang baru dengan basis digital guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik.

“Perkembangan teknologi digital sendiri tidak lantas serta merta akan menggantikan pekerjaan manusia. Justru teknologi informasi nantinya akan membuka lebih banyak peluang kerja baru bagi masyarakat. Untuk itulah, SDM (Sumber Daya Manusia,red) yang ada saat ini harus dibekali dengan skill set yang baru,” katanya.

Selain itu menurut Niken, peningkatan literasi media terus dilakukan oleh Kemkominfo agar masyarakat menjadi warganet yang bijak. Melalui indonesiabaik.id dan Kidi, Kemkominfo berupaya mengajak masyarakat untuk tidak membuat atau menyebarkan hoaks serta ikut menciptakan konten-konten positif tentang Indonesia. Kemkominfo juga membangun hubungan antara para pelaku industri kreatif dan industri digital dalam wadah Siberkreasi.

“Kemkominfo juga aktif melakukan klarifikasi resmi dan counter issue terhadap berita-berita hoaks atau potensi hoaks di berbagai kanal,” terangnya.

Sementara itu kaitannya dengan keberadaan Pranata Humas yang  menjadi corong dalam mendukung upaya-upaya yang dilakukan pemerintah, membangun ekosistem ekonomi digital kerakyatan, dinilai sangat diperlukan. Dimana kesediaan para praktisi humas pemerintah dalam berbagi ilmu terkait literasi media dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan internet bagi peningkatan ekonomi merupakan salah satu cara agar dapat mewujudkan Indonesia maju di tahun 2030.

“Apalagi jika pers juga turut menginformasikan dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan internet guna mendukung perekonomian rakyat. Tentu impact-nya akan lebih besar mengingat kemampuan pers memanfaatkan media massa akan mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas,“ ujarnya.

Diakhir sambutannya Niken berpesan, perkembangan teknologi informasi di era ekonomi digital harus disikapi secara bersama-sama oleh seluruh stakeholders terkait, termasuk pemerintah, pelaku dunia usaha, pers, dan masyarakat secara umum. “Semoga acara ini mampu menjembatani relasi strategis antar pihak yang terlibat serta menjadi wadah bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi digital kerakyatan yang sehat dan positif,” tandasnya. (Sonea)