Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Dorong Pendidik PAUD dan PNF Adaptif Hadapi Era AI
Transformasi digital yang berkembang pesat mendorong dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo, Lucia Aries Yulianti, saat mewakili Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Model Pembelajaran Berbasis Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) dalam Peningkatan Kualitas PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Tahun 2026, Rabu (12/8).
KANIGARAN – Transformasi digital yang berkembang pesat mendorong dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo, Lucia Aries Yulianti, saat mewakili Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Model Pembelajaran Berbasis Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) dalam Peningkatan Kualitas PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Tahun 2026, Rabu (12/8).
Dalam kesempatan tersebut, Lucia tidak hanya membuka kegiatan, tetapi juga menyampaikan materi mengenai kecerdasan artifisial, perkembangan dunia digital, serta pentingnya kesiapan pendidik dalam menghadapi perubahan teknologi.
Di hadapan 220 peserta dari satuan pendidikan PAUD dan PNF se-Kota Probolinggo, Lucia menekankan bahwa perkembangan AI dan teknologi digital merupakan bagian dari perubahan zaman yang tidak dapat dihindari. Karena itu, pendidik perlu memiliki pemahaman dan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dalam mendukung proses pembelajaran.
“Tentunya kita sudah dihadapkan dengan transformasi digital yang sangat luar biasa. Sehingga mau tidak mau, siap tidak siap kita harus mencetak generasi masa depan yang siap dengan transformasi digital. Dari tangan-tangan panjenengan semualah yang akan mencetak generasi masa depan yang siap kerja dengan dukungan teknologi,” ujar Lucia.
Menurutnya, pengenalan teknologi dan AI dalam dunia pendidikan bukan sekadar tentang penggunaan perangkat atau aplikasi digital. Lebih jauh, teknologi dapat menjadi sarana untuk membangun kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, sistematis, serta kemampuan memecahkan masalah.
Lucia juga mengingatkan agar pemanfaatan AI dilakukan secara aman, bertanggung jawab, dan tetap memperhatikan nilai-nilai pendidikan. Teknologi harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran pendidik.
“AI dan teknologi bisa membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan inovatif. Tetapi peran guru sebagai pendidik, pembimbing, pemberi keteladanan dan pembentuk karakter tetap tidak dapat digantikan oleh teknologi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kesiapan menghadapi era digital tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau sektor teknologi, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan. Guru sebagai salah satu garda terdepan memiliki peran penting dalam mengenalkan teknologi kepada peserta didik sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya.
Melalui kegiatan tersebut, Lucia berharap para pendidik PAUD dan PNF dapat semakin percaya diri dalam mengeksplorasi teknologi digital dan AI sebagai bagian dari inovasi pembelajaran.
“Kita tidak sedang menyiapkan anak-anak hanya untuk mengenal teknologi, tetapi menyiapkan mereka agar mampu hidup dan berkembang di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat,” ungkapnya.
Sementara itu, Bimtek yang berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026, menghadirkan narasumber dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur, Alief Habibi, serta Dwi Nur Budianto dari Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan pengembangan media pembelajaran berbasis koding dan AI yang kreatif dan inovatif. Sebagai bentuk apresiasi, media pembelajaran yang dihasilkan akan diikutsertakan dalam kompetisi pada Lomba Inovasi Pembelajaran PAUD dan PNF yang dijadwalkan berlangsung September mendatang.
Pemkot Probolinggo terus mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, dengan tetap menempatkan karakter, nilai kemanusiaan, etika, empati, dan peran pendidik sebagai fondasi utama pendidikan. (sit/fa)