Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Jadi Narasumber JAKI & Fellowship Cities Forum 2026

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo, Lucia Aries Yuliyanti, mengikuti JAKI & Fellowship Cities Forum 2026 bertema “AI for Smart Cities: Teknologi Cerdas untuk Menjawab Permasalahan Kota” secara daring, Rabu (19/8). Forum tersebut membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan kota cerdas dan peningkatan pelayanan publik.

JAKARTA – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo, Lucia Aries Yuliyanti, mengikuti JAKI & Fellowship Cities Forum 2026 bertema “AI for Smart Cities: Teknologi Cerdas untuk Menjawab Permasalahan Kota” secara daring, Rabu (19/8). Forum tersebut membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan kota cerdas dan peningkatan pelayanan publik.

Forum menghadirkan Yudenegara dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Keluarga, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta, Lucia Aries Yuliyanti dari Diskominfo Kota Probolinggo, Yudho Giri Sucahyo dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, serta Octario Rezkavianto dari Indosat Ooredoo Hutchison. Diskusi dipandu Fidan Safra, Senior Researcher Jakarta Smart City.

Dalam pemaparannya, Lucia menyampaikan pembangunan smart city tidak cukup hanya dengan menambah aplikasi dan infrastruktur digital. Berbagai sistem perlu terintegrasi agar data dapat diolah menjadi informasi dan dasar pengambilan keputusan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya menambah aplikasi, tetapi bagaimana mengintegrasikan data, menstandarkan data, dan mengukur dampaknya bagi masyarakat. Kota yang cerdas bukan hanya yang memiliki aplikasi paling banyak, tetapi yang mampu mengubah data menjadi informasi dan keputusan yang menghasilkan dampak nyata,” ujarnya.

Sejalan dengan pemanfaatan data tersebut, Lucia menjelaskan bahwa AI dapat digunakan sebagai sistem pendukung dalam pemerintahan. AI dapat membantu memberikan rekomendasi dan mendukung pengambilan keputusan, sementara validasi serta keputusan akhir tetap dilakukan oleh manusia. “AI bukan untuk menggantikan manusia, tetapi menjadi sistem pendukung agar pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih baik,” jelasnya.

Dalam pelayanan publik, lanjut Lucia, pemanfaatan AI dapat membantu mengklasifikasikan laporan, memahami pertanyaan masyarakat, dan mempercepat penyampaian informasi. Penerapannya tetap perlu didukung kesiapan sumber daya manusia dan pengelolaan data yang baik agar teknologi dapat dimanfaatkan secara tepat dan bertanggung jawab.

Keikutsertaan Pemerintah Kota Probolinggo dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman pemanfaatan AI dalam transformasi digital pemerintahan untuk mendukung pengambilan keputusan dan peningkatan pelayanan publik. (zal.mg/sit/fa)

LINK TERKAIT