Listen Up Class Radio Suara Kota Probolinggo Ajak Gen Z Bijak Hadapi Transformasi Digital
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo menggelar program Listen Up Class bertema “Gen Z dengan Masa Depan Digital”, Senin (18/5). Kegiatan yang diikuti siswa SMA dan SMK se-Kota Probolinggo itu menjadi ruang edukasi sekaligus diskusi tentang literasi digital, media sosial, hingga peluang karier di era teknologi.
KANIGARAN - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo menggelar program Listen Up Class bertema “Gen Z dengan Masa Depan Digital”, Senin (18/5). Kegiatan yang diikuti siswa SMA dan SMK se-Kota Probolinggo itu menjadi ruang edukasi sekaligus diskusi tentang literasi digital, media sosial, hingga peluang karier di era teknologi.
Plt Kepala Diskominfo Kota Probolinggo, Lucia Aries Yulianti, menegaskan bahwa generasi muda harus siap menghadapi perubahan zaman dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. “Yang pasti di dunia ini adalah perubahan. Kalau kita tidak mau bertransformasi maka akan tertinggal. Kita hidup di era transformasi digital yang semuanya sudah menggunakan teknologi,” ujarnya.
Diskominfo memiliki peran penting dalam mendampingi generasi muda agar mampu menjadi pribadi yang inovatif, adaptif, serta mampu berkolaborasi di tengah perkembangan digital. “Kata kuncinya adalah kerja sama agar semuanya bisa berjalan dengan baik. Anak-anak muda harus punya wawasan luas tentang dunia digital, tapi juga harus diimbangi literasi digital dan etika dalam bermedia sosial,” tambah Lucia.
kegiatan tersebut, Radio Suara Kota Probolinggo juga dikenalkan sebagai media informasi yang tetap relevan di tengah transformasi digital. Selain siaran radio konvensional, kini radio juga dapat diakses melalui layanan streaming sehingga lebih dekat dengan generasi muda.
Guru SMKN 2 Kota Probolinggo, Puca Edi, mengungkapkan sekolah turut mendorong siswa aktif dalam dunia digital melalui berbagai kegiatan praktik, seperti liputan, videografi, podcast, hingga siaran langsung di YouTube.
“Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tapi juga praktik langsung. Anak-anak diajarkan memegang kamera, membuat liputan, editing video, sampai podcast. Bahkan pentas seni dan wisuda sekolah juga disiarkan live di YouTube oleh siswa sendiri,” jelasnya.
Menurutnya, media digital dapat menjadi sarana positif untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda.
Asisten Administrasi Umum Kota Probolinggo, Agus Efendi turut memberikan motivasi kepada peserta agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif. “Radio tetap penting sebagai ruang informasi yang sehat di tengah maraknya hoaks. Anak muda hari ini tidak hanya menjadi pendengar, tapi juga bisa menjadi influencer maupun content creator yang membawa dampak positif,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, salah satu siswa kelas XI jurusan TKJ SMKN 2 Kota Probolinggo, Marcelino, mengaku tertarik mendalami bidang cyber security karena menilai dunia digital memiliki tantangan sekaligus peluang besar. “Ternyata belajar digital itu sulit tapi asik. Saya ingin jadi ahli cyber security karena kita bisa menjaga keamanan masyarakat meskipun tidak dikenal publik,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, narasumber mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak agar generasi muda tidak terjebak dampak negatif dunia digital seperti kecanduan gawai, hoaks, hingga penipuan online. “Gen Z bukan generasi lemah, tapi generasi yang punya peluang besar. Jangan hanya memakai media sosial untuk hiburan, tapi gunakan juga untuk berkarya,” ucap Puca Edi. (mgGit/fa)