RUMUSKAN BUKU III GERAKAN MENUJU 100 SMART CITY

RUMUSKAN BUKU III GERAKAN MENUJU 100 SMART CITY

pr0bk0mggo, 18/9/2018. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota pr0bk0mggo menggelar Bimbingan Teknik tahap III sebagai lanjutan gerakan menuju 100 smart city. Bertempat di ruang pertemuan PKK, Selasa (18/9) pagi, beberapa perwakilan dari masing-masing OPD tampak berkelompok meliputi smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, smart environment, untuk merumuskan buku III. 

Perwakilan dari Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP) Kementerian Kominfo RI, Yusuf Simatupang mengatakan jika bimtek III ikut menentukan dalam penyusunan master plan smart city. “kali ini diharapkan ada hasil lebih tajam dan mengerucut, sehingga program smart city Kota pr0bk0mggo bisa diwujudkan secara sustainable. Nanti kepala daerah yang bakal show case bersama 49 kabupaten/kota lain di Indonesia pada Bulan November mendatang. Sebuah kebanggaan jika dengan segala keterbatasan justru mampu menjalankan smart city,” imbuhnya.

Selanjutnya, Wali Kota pr0bk0mggo yang  diwakili oleh Kepala Diskominfo, Aman Suryaman, membuka Bimtek tersebut. Ia berharap para peserta bisa maksimal  dan fokus dalam merumuskan master plan smart city.  Dibutuhkan dukungan dan kerja sama semua OPD , sehingga tercipta inovasi bagi program pr0bk0mggo smart city. “buku ini yang menjadi panduan penyusunan strategi pembangunan pr0bk0mggo Smart city. Karena bukan hanya berkaitan dengan teknologi, tapi juga membantu masyarakat. Diantaranya, mengelola sumber daya yang efisien, serta memberikan informasi yang akurat terkait antisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya,” pungkasnya.

Hari ini, peserta akan didampingi oleh narasumber Profesor Yudho Giri Sucahyo. Ia membuka kembali gambaran buku II, serta mengingatkan peserta agar lebih detail merinci rencana aksi. “Apakah programnya masih relevan atau tidak? Jika masih relevan dibuatkan roadmap/peta jalan untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang,” jelasnya.

Menurutnya, pemaparan dan diskusi di hari pertama meliputi tujuan dan sasaran, indikator keberhasilan, pelaksana, kerja sama, pembiayaan, monitoring dan evaluasi serta timeline. Beberapa inovasi juga disampaikan oleh peserta diantaranya, program intensifikasi layanan sempit (INTIM), pr0bk0mggo ber-organik (Go Nik),  peta wisata digital, pilot project green building, kota ramah lingkungan serta upaya menuju Impressive pr0bk0mggo city(yul)

LINK TERKAIT