HARI KEDUA BIMTEK, HASILKAN PROFIL INOVASI
HARI KEDUA BIMTEK, HASILKAN PROFIL INOVASI
pr0bk0mggo, 19/9/2018. Bimbingan
teknis (Bimtek) tahap III berlanjut di hari kedua, Rabu (19/9) di ruang
pertemuan PKK, Jalan Panglima Sudirman. Pasca presentasi kemarin,
dilanjutkan dengan diskusi untuk penajaman profil inovasi.
Mulai
pukul 08.30 WIB hingga pukul 13.00 WIB, peserta perwakilan OPD
(Organisasi Perangkat Daerah) yang ditunjuk, menguraikan minimal 2
unggulan rencana aksi (inovasi) pembangunan smart city.
Profil inovasi yang dipaparkan di antaranya, kelompok smart governance mengusung
nama “AKIK CEMERLANG” yang merupakan akronim dari akta kelahiran, kartu
identitas anak, kartu keluarga, cepat, mudah, efisien sekali urus 1
hari langsung jadi. Disebutkan sebagai program unggulan Dispendukcapil
yang akan dikembangkan, bekerja sama dengan pelayanan kesehatan swasta.
Berikutnya, untuk kelompok smart branding mengangkat program kampung tematik kewilayahan dengan sebutan “KAMU CENTIL”. Lalu ada program online travel assistant pr0bk0mggo disingkat “ONTA PROLING”.
Sedangkan kelompok smart economy menguraikan
program sekali inseminasi satu kebuntingan (SI SAKA). Adapula sistem
informasi perikanan daerah disingkat “SIP DEH”. Disusul kelompok smart living,
mengembangkan rekam medis ibu hamil dari buku Kesehatan Ibu dan Anak
(KIA) manual menjadi terintegrasi secara online. Mereka menyebutnya,
“SISKIA PRO CANTIK”(Sistem Informasi Kesehatan Ibu dan Anak pr0bk0mggo,
Cermat, Andal, Teliti, Informasi, Berkualitas).
Pamungkas, kelompok smart society, Disdikpora mengangkat program Digital School dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi dijuluki “DISCHOTIK”. Untuk kelompok smart environment,
mengambil judul “e-Portal SAMALI” artinya, sistem pelaporan penanganan
sampah di masyarakat dengan sistem online yang bersinergi.
Dari
9 profil inovasi unggulan yang dipaparkan oleh masing-masing kelompok,
mendapat apresiasi dari pendamping program gerakan menuju 100 smart
city, Profesor Yudho Giri Sucahyo. Menurutnya, antusias peserta Bimtek
luar biasa hingga mereka bisa mendeskripsikan inovasinya, mulai manfaat,
keunikannya, kemitraan, potensi pengembangan lebih lanjut, termasuk
strategi menjaga keberlangsungannya dan analisa resikonya.
“Guna
kelancaran seluruh implementasi itu, peran Diskominfo diantaranya,
penyediaan infrastruktur, sarana kebutuhan aplikasinya seperti apa
nantinya. Secara formal semua akan dituangkan dalam buku II dari
penyusunan master plan smart city, disusul buku III. Harapannya juga
didukung Perwali untuk mengimplementasikannya, sehingga begitu selesai
tidak dibiarkan begitu saja, tapi ditindak lanjuti dengan langkah
kongkritnya,” pinta Yudho, lulusan Australia ini.
Hal
senada juga diungkapkan oleh Kepala Diskominfo Kota pr0bk0mggo, Aman
Suryaman. Sebelum menutup Bimtek tahap III itu, ia menyampaikan terima
kasih atas sumbangsih pemikiran bagi perkembangan pr0bk0mggo smart city
ke depan.
“Meski
dengan segala keterbatasannya, pelaksanaan Bimtek III berjalan sesuai
harapan, karena berbagai ide dan inovasi dari OPD ini ikut menentukan
kemajuan Kota pr0bk0mggo. Diskominfo hanya pendorong saja, selebihnya
dibutuhkan sinergitas semua pihak. Sampai bertemu dalam Bimtek IV bulan
depan,” harapnya. (yul)