WALI KOTA TEKANKAN PENTINGNYA PENGAMANAN DATA DAN INFORMASI

WALI KOTA TEKANKAN PENTINGNYA PENGAMANAN DATA DAN INFORMASI

pr0bk0mggo, 20/8/2018. “Instansi pemerintah membutuhkan keamanan infrastruktur teknologi informasi yang baik untuk melindungi aset-asetnya yang berupa data atau informasi penting dan sensitif”, ucap Rukmini, Wali Kota pr0bk0mggo saat mengawali sambutannya dihadapan tak kurang dari 70 orang Kasubag Tata Usaha (TU)  dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kelurahan se-Kota pr0bk0mggo, pada acara Sosialisasi Sistem Manajemen Pengamanan Informasi, Senin (20/8) pagi tadi.

Bertempat di Sabha Bina Praja Kantor Walikota, Rukmini juga memberikan perhatian khusus pada pelaksanaan sosialisasi kali ini dengan mengabsensi satu per satu peserta yang datang. “saya harap, semoga kita dapat meningkatkan pemahaman kesadaran keamanan informasi, tidak seperti saat ini masih banyak pegawai yang datang terlambat, jangan tanda tangan saja, kemudian langsung pulang, tidak mengikuti proses acaranya”, tegasnya.

Menurut Rukmini, tujuan dari pengamanan informasi ini untuk menjamin kerahasiaan, keutuhan dan ketersediaan aset data dan informasi dari berbagai bentuk ancaman baik dari dalam maupun luar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota pr0bk0mggo, Aman Suryaman dalam laporannya menjelaskan bahwa diperlukan pemahaman personel teknologi informasi untuk menjaga keamanan informasi, terutama pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki aset data dan informasi, sehingga informasi menjadi aman agar kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi tetap terjaga.

Pada kegiatan ini, dihadirkan narasumber dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Ir. Muchammad Husni, M.Kom, yang menjabat sebagai Kepala Laboratorium Jaringan Komputer atau Laboratorium Kota Cerdas dan Keamanan Siber Departemen Teknologi Informasi ITS Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Husni menjelaskan bahwa penyelenggaraan sistem elektronik penunjang pelayanan publik berdasarkan asas resiko. Menempatkan informasi sebagai komoditas ekonomi yang sangat penting dimana pemanfaatan teknologi informasi, termasuk pengelolaan sistem informasi semakin luas. “Untuk itu perlu suatu mekanisme dalam mengamankan informasi, baik yang disimpan maupun yang ditranmisikan dalam berbagai aplikasi seperti sistem komputer, database, jaringan komputer data, sistem telekomunikasi. Semua itu membutuhkan pengamanan agar tidak bocor keluar, segala bentuk yang bersifat rahasia,” urainya.

Husni memberikan beberapa contoh beberapa pengamanan informasi diantaranya adalah virus, spam mail dan intruder. “Tentu bapak dan ibu sekalian tidak asing apa itu virus, spam dan intruder di dunia digital informasi. Diperlukan beberapa penanganan khusus jika kita mendapatkannya. Pengamanan informasi dapat dilakukan, misalnya dengan tidak memberikan sumber informasi, baik password atau keyword, tidak sembarang meng-klik sumber informasi di internet, tidak angkat nomor atau membalas SMS dari nomor tidak dikenal, sehingga pada diri kita masing-masing tertanam kesadaran pengamanan informasi sedini mungkin,” ungkapnya. (Dewi)

LINK TERKAIT